Jumat, 19 September 2014

Virtual Life #39

…… kelak di suatu waktu, di masa depan, ketika tidak ada lagi dingin, tidak ada lagi panas, ketika kita sudah berada pada dimensi yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, dan tidak dibatasi oleh usia dan jalan hidup, aku ingin engkau tahu bahwa aku tidak akan pernah bisa menyingkirkan namamu dalam guratan hatiku.


pernah ga kalian dalam suatu masa, sebelum ada internet, sebelum ada e-mail apalagi friendster, melakukan komunikasi dengan orang lain melalui surat.



Batang, tahun 2001

tahun kedua aku sekolah kejuruan negeri, sekolah yang kebanyakan anak perempuan, hehe..bukan itu nya.. karna aku memang ingin sekolah kejuruan.. di kelas, hanya ada 8 anak laki laki dari 40 siswa, bisa kebayangkan kesempatan mendapatkan salah satunya..buatku tidak ada yang menarik, meski ada temen satu SD ku yg sekelas..untuk denkat dengan anak perempuan, termasuk super cupu aku waktu itu..
seiring dengan waktu aku tahu kebiasaan anak2 kelasku, ada yg suka bawa kaset, komik, majalah, di sela sela waktu luang nya, meski razia sering digencarkan, tp bocoran selalu ada, karna kebetulan ketua OSIS nya ada di kelas kami --"

"ini siapa yul..yg ngisi biodata d majalah ini.."
"owh itu sepupu ku, sekolah di STM limpung.."
"wogh..pasti kayak kamu yg mpreman ya.."
"ngawur..dia kembar loh.."
"wah lucu tuh anak kembar"

dan suatu saat aku dapet salam dari sepupunya temen ku ini, karna kekaguman ku pada anak kembar.. aku selalu takjub dengan anak kembar..mengagumi salah satu keagungan Tuhan, apalagi dia seorang cewe.. 

bermula dari salam, tukeran pinjeman, hingga kirim kiram surat..wkwkwk akward banget kalo inget saat itu.. 

dan sekarang, tujuh tahun berlalu, belum pernah sekalinya aku ketemu si kembar, 

di hari ulang tahun nya aku nekat kesana demi rasa penasaran ku, berbekal alamat belakang SD limpung, aku kesana sendirian..

setelah 3 jam perjalanan, 1 angkot, 2 bus antar kota, akhirnya...

tak cukup sulit menemukan SD banyuputih, karena letak nya di tepi jalan raya, dan pasti salah satu nya rumah dia..

di rumah ke tiga setelah aku gagal beberapa kali, keluar lah ibu separuh baya..

"wa'alaikumsalam.."
"ibu..ini bener rumah Ana?"
"Ana.." dia menerawang, mungkin beda nama panggilan...
"Arifta Noviana.." jelasku
"oh iya bener.." ibu itu menjawab dengan teges, sambil mereka-reka aku ini siapa..

"saya temen nya ibu..."

dan aku bercerita bagaimana bisa kenal dengan Ana, meski bukan temen sekelas nya, apalagi temen kampus nya.. aku juga njelasin kalo kesini sekalian main kerumah temen sekelas, meski tidak ketemu kedua nya, paling tidak rasa penasaran ku sedikit berkurang.. aku dilihatkan foto2 sikembar, dan..foto pernikahan mereka...

*jiah..gpp sih..bukan itu masalah nya.."

yang jadi masalah tetep aku tidak bisa bertemu dengan dia saja..

aku titipkan CD kumpulan lagu2 kesukaan Ana, sekedar untuk hadiah ulang tahun, dan kejutan dari sahabat pena nya.. harapan ku hanya dia masih mengingat namaku aja...

akan aku coba lagi suatu saat lagi An..

Sekali lagi aku berterimakasih kepada internet, kepada google, meski tidak mempertemukan aku dengannya, paling tidak aku tahu kabar terakhirnya..

kembali melanjutkan rutinitas sehari-hari, menjalani dua kehidupan, antara dunia nyata dan dunia maya, ingin sekali keduanya saling berkaitan, namun sepertinya mereka tidak mau disatukan, biarlah dunia nyata dengan rofik-nya dan dunia maya dengan z3tri-nya. Disaat aku didepan komputer, online dan menjelajah, bisa jadi dia adalah z3tri, dan ketika komputer ini aku matikan, dengan sendirinya seorang rofik menjalani hidupnya sendiri, dan z3tri tetap setia menanti saat komputer itu dinyalakan kembali.

Tidak ada komentar: